jump to navigation

Dirjen Dikti Diminta Mengkaji Ulang SPMB Maret 11, 2008

Posted by bangzenk in Pelontar.
Tags: , ,
trackback

dari harian umum jawa barat: pikiran-rakyat 

JAKARTA, (PR).-
Terkait boikot yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) peserta Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Mendiknas Bambang Sudibyo meminta Dirjen Dikti mengkaji ulang kebijakan SPMB.

“Mereka diminta memberikan masukan kepada Dirjen Dikti. Kini Dirjen Dikti sedang melakukan proses menulis ulang kebijakan penerimaan mahasiswa baru,” kata Mendiknas ketika ditemui dalam pertemuan “The Seventh E-9 Minister Review Meeting on Education For All (EFA)” di Nusa Dua, Bali, Senin (10/3).

Mendiknas menyebut, terdapat kebijakan dari Depdiknas untuk meninjau ulang SPMB, karena temuan Irjen Diknas dan Depkeu yang menyatakan SPMB tidak sesuai dengan Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. “Dirjen sedang meminta masukan dan akan diberikan opsi baru untuk SPMB. Tetapi, dalam kebijakan baru tersebut tidak mungkin mengakomodasi kepentingan semua pihak, meski hal itu tetap akan diusahakan,” katanya.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas Fasli Jalal menuturkan, penerimaan mahasiswa baru diserahkan ke masing-masing rektor, karena memang merupakan tanggung jawabnya. “Rektor boleh memilih untuk mengadakan seleksi sendiri, membentuk paguyuban atau bekerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.

Sementara itu, mengenai perbedaan kebijakan masing-masing universitas tentang penerimaan mahasiswa baru, menurut Fasli, bukan satu hal yang jarang terjadi. “Pada akhirnya mungkin akan ada beberapa variasi penerimaan mahasiswa baru. Penerimaan mahasiswa baru ini sebenarnya sudah punya banyak model,” ujarnya.

Universitas Gajah Mada (UGM) misalnya, yang pernah melakukan SPMB, dan penerimaan siswa dari seleksi mandiri. Begitu juga ITB melakukan beberapa pola penerimaan. “Jadi sebenarnya tidak ada yang istimewa adanya beberapa pola, karena sekarang saja sudah terjadi,” katanya. (Simak berita terkait di halaman 22).

Keluar dari SPMB

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 41 PTN se-Indonesia menyatakan keluar dari Perhimpunan SPMB, dan memutuskan untuk menyelenggarakan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) sebagai gantinya. Hal itu mereka lakukan karena pengelolaan keuangan dalam SPMB dianggap melanggar aturan.

Fasli Jalal menyebutkan, akan melakukan pertemuan dengan semua rektor PTN se-Indonesia, untuk membahas tentang SPMB tersebut. Dari hasil pertemuan nanti, akan ditentukan langkah selanjutnya dan diharapkan akan mencapai kesepakatan.

Menurut rencana, UMPT Nasional yang digagas 41 dari 56 PTN se-Indonesia akan digelar 25-26 Juni karena bergantung pada jadwal ujian nasional SMA/MA yang waktunya mundur. (A-94)***

Komentar»

1. just someone - Maret 14, 2008

dunia udah gila…
gimana nasib anak bangsa yang tidak mampu…

duit..uang..money..fulus…everything!!
tahun ini emang kejutan bagi anak sma…
dari uan yang 6 mapel…spmb terancam ga ada….
tapi jangan putus asa teman…tuhan ga akan pernah diam..
yang bisa kita lakukan saat ini adl BERUSAHA DAN BERDOA…

sepakat, Tuhan juga ga minta kita untuk jadi sempurna.. hanya meminta kita memberikan yang terbaik dari kemampuan kita..
SEMANGAAAAAAAAAAAATTTT!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: